Langsung ke konten utama

Telaah Peraturan Daerah : Oyok Citra Kusuma,M.Pd

 

 

 

Telaah  Peraturan Daerah Kabupaten Pandeglang Tahun 2023 

Tentang Rekrutmen Calon Kepala Sekolah 

 

 

Oleh: Oyok Citra Kusuma, M.Pd.

Penilik PAUD Pendidikan Non Formal Disdikpora Pandeglang

 

 

 

Situasi Masalah Implementasi Peraturan Daerah Kabupaten Pandeglang Tentang Rekrutmen calon kepala sekolah (CKS)

 

Istilah pengembangan dan pelatihan sering kita dengar dalam dunia kerja di perusahaan, organisasi, lembaga, atau bahkan dalam instansi pendidikan. Hal ini dapat diasumsikan bahwa pengembangan dan pelatihan sangat penting bagi tenaga kerja untuk bekerja lebih efisien dan efektif terhadap pekerjaan yang akan dijabat kedepan. Tidak terlalu jauh dalam instansi pendidikan pengembangan dan pelatihan sering dilakukan sebagai upaya meningkatkan kinerja para tenaga kerja pendidikan yang dianggap belum mampu untuk mengemban pekerjaannya karena faktor perkembangan kebutuhan masyarakat dalam pendidikan. Secara deskripsi tertentu potensi para pekerja pendidikan mungkin sudah memenuhi syarat administarasi pada pekerjaanya, tapi secara aktüal para pekerja pendidikan harus mengikuti atau mengimbangi perkembangan pendidikan sesuai dengan tugas yang dijabat atau yang akan dijabatnya. Hal ini yang mendorong pihak instansi pendidikan untuk memfasilitasi atau memfasilitatori pengembangan dan pelatihan karir para tenaga kerja pendidikan guna mendapatkan hasil kinerja yang efisien dan efèktif.

Salah satu fungsi manajemen sumberdaya manusia adalah training and development artinya bahwa untuk mendapatkan tenaga kerja pendidikan yang bersumberdaya manusia yang baik dan tepat sangat perlu pelatihan dan pengembangan. Hal ini sebagai upaya untuk mempersiapkan para tenaga kerja pendidikan untuk menghadapi tugas pekerjaan jabatan yang dianggap belum menguasainya. Management thought yang dikemukakan Taylor, bahwa tenaga kerja membutuhkan latihan kerja yang tepat. Teori ini sangat tepat untuk menghindari kemungkinan terburuk dalam kemampuan dan tanggungjawab bekerja, sehingga dalam menyelesaikan tugas jabatan lebih efektif dan efIsien sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan. Dalam instansi pendidikan biasanya para tenaga kerja yang akan menduduki jabatan baru yang tidak didukung dengan pendidikannya atau belum mampu melaksanakan tugasnya, biasanya upaya yang ditempuh adalah dengan melakukan pelatihan dan pengembangan karir. Dengan melalui pelatihan dan pengembangan, tenaga kerja akan mampu mengerjakan, meningkatkan, mengembangkan pekerjaannya sehingga akan mewujudkan profesionalisme, integritas, moralitas yang tinggi dalam pelaksanaan tugas.

 

 

 

Meta Masalah

1.       Kesiapan CKS yang kurang memadai karena mereka dihadapkan banyak materi yang belum dipahami pada materi kompetensi kepemimpinan

2.       Penilaian CKS hanya mengukur kemampuan kognitif saja 

3.       Kesiapan Calon Kepala sekolah yang belum maksimal karena tidak menguasai beberapa kompetensi yang seharusnya diampu

 

 

 

Masalah Substantif

1.  Ditinjau dari aspek kompetensi, kematangan emosional dan karakteristik kompetensi leadersif belum optimal yang akan berdampak dalam pengambilan keputusan atau kebijakan seorang pimpinan.

3.       Ditinjau dari aspek emosional control, peserta CKS tidak dibekali kompetensi yang membentuk hal tersebut.

Selain itu, dari hasil seleksi CKS akan terdampak pada perilaku dan implementasi kebijakan yang dibuat

4.       Ditinjau dari aspek Manajerial leadershif, pelaksanaan seleksi CKS ini akan memberikan efek kepada masyarakat sehingga masyarakat (sebagai stakeholder) akan menilai kualitas Kepala sekolah serta lulusannya dilihat dari hasil seleksi CKS.

5.       Berdasarkan beberapa bahasan teori yang telah dikemukakan

sebelumnya maka dapat diketahui, bahwa inti efektivitas kepemimpinan adalah adaptasi antara pemimpin dan para pengikt. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian yang dirangkum oleh Stogdill (1974) yang mengungkapkan” Adanya kesesuaian antara pemimpin dan pengikut dalam nilai nilai tujuan yang dicapai memungkinkan pemimpiin lebih mudah diterima oleh kelompoknya”. 

6.       Disamping kematangan budaya masyarakat, juga  dapat diidentifikasi beberapa factor yang mempengaruhi perilaku kepemimpinan kepala sekolah dalam pengelolaan sekolah, diantaranya Pendidikan dan pelatihan, pengalaman, kepribadian, dan lingkungan sosial budaya. (Hadi dan Daeng.2007).

7.       Aspek kemampuan kepala sekolah sebagai penanggung jawab dalam penyelenggaraan Pendidikan, kepala sekolah juga memiliki fungsi :

a)       Educator (Guru)

b)      Manager (Pengarah, Penggerak, Sumber daya)

c)       Administrator ( Pengurus administrasi)

d)      Supervisor Pengawas, Pengoreksi, dan melakukan Evaluasi)

e)       Leader ( Pemimpin)

f)       Innovator 

g)      Motivator 

Dengan tugas berat dan kompleks perlunya seorang kepala sekolah yang berkualitas, dengan kata lain diperlukan model kepemimpinan yang lain dari pada memimpin di sekolah yang normal.

 

 

Masalah Formal Setelah menyimak uraian dari situasi masalah, serta masalah substantif, maka pelaksanaan seleksi CKS sebaiknya dievaluasi terlebih dahulu.

Apakah sudah memenuhi substansi kompetensi kepemimpinan sebagai CKS (yang mempunyai perbedaan karakteristik leadershif, terutama kemampuan dalam mengambil keputusan)? 

Apakah pelaksanaan seleksi CKS dapat dilakukan secara instan dan hanya mengejar sebuah kebutuhan daerah saja?

Dilihat dari dampak kurangnya treatment pembekalan Pendidikan dan pelatihan pada seorang kepala sekolah dapat mempengaruhi sebuah keputusan atau kebijakan seorang pemimpin di sekolah 

Pencapaian keberhasilan dalam pengembangan manajemen pendidikan dan pelatihan pada intinya adalah upaya mensinergikan antara pengetahuan, kemampuan dan kemauan dari seluruh personil kantor (kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan lainnya, tenaga pendukung) dengan sumber daya pendidikan lainnya oleh pimpinan puncak kepala kantor dinas kota/ kabupaten.

 

 

 

 

 

Rekomendasi Atas dasar kesimpulan di atas, maka saran yang dapat kami berikan yaitu, sebagai berikut:

1.       Mempelajari manajemen pendidikan dan pelatihan bagi bentuk-bentuk badan usaha dan instansi pendidikan harus lebih ditingkatkan karena merupakan suatu keharusan untuk menambah pengetahuan dan keterampilan. 

2.       Dengan meningkatkan pengembangan dan pelatihan pegawai, bentukbentuk badan usaha maupun instansi pendidikan akan mengetahui tentang Job Description pegawai.

3.       Sebagai pemangku kebijakan daerah dan para praktisi Pendidikan khususnya di kabupaten pandeglang serta lembaga pemerintah daerah terkait untuk ditinjau kembali urgensi pendidikan dan pelatihan bagi kepala sekolah, dalam bentuk realisasi program teragendakan sehingga kita dapat mendapatkan pemimpin professional dan mumpuni dibidangnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

  

Dunn, William  N. 2000. Pengantar Analisis Kebijakan Publik. Gadjah Mada University Press: Yogjakarta

Fatah, Nanang. 2012. Analisis Kebijakan Pendidikan. PT. Remaja Rosdakarya: Bandung

Subarsono. 2011. Analisis Kebijakan Publik. Pustaka Pelajar:Yogyakarta

Tilaar dan Nugroho, Riant. 2008. Kebijakan Pendidikan. Pustaka Pelajar: Yogyakarta

 Sutisna, Oteng. 1989. Administrasi Pendidikan. Dasar Teoritis Untuk Praktek Profesional. Angkasa: Bandung

Tim Pakar. 2003. Manajemen Pendidikan.Analis Substansif dan Aplikasinya dalam Institusi Pendidikan. Universitas Negeri Malang

Rifai Veithzal dan Mulyadi Dedi. 2009. Kepemimpinan Dan Perilaku Organisasi. PT. Raja Grafindo Persada: Depok

Sudadio. 2013. Dimensi Esensial Manajemen Peningkatan Mutu Jasa Pendidikan Dan Pelatihan. DBB Press: Serang

Winarno, Budi. 2002. Teori dan Proses Kebijakan Publik. Med Press: Jogjakarta

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menuju Taubat

 *Nikmat Dzahir nikmat batin* Imam Ad-Dhahak berkata  "Allah menurunkan dua nikmat yang bersifat dzahir dan batinm nikmat dzahir yaitu Islam dan Alquran.  Sedangkan nikmat yang tersembunyi adalah aib yang tertutup". Bukanlah kita yang baik namun Allahlah yang menutupi kekurangan menutupi aib kita. Jangan berlagak sombong merasa diri paling suci paling baik khawatir terjerumus pada penyakit ujub. Tak ada nikmat yang besar selain ditutupinya aib kita, betapa manusia banyak kekurangan banyak berbuat kesalahan, yang menghantarkan dirinya merasa minder namun Allah tutup agar dirimu bertasbih dan bersyukur kepada Dzat penutup aib dan memiliki semangat dari sisa kebaikan yang ada bukan untuk dibanggakan.  Lisan terlalu ringan menguliti orang namun kelu perihal membenahi diri dari kekurangan.  Jangan bongkar lagi keburukan kita yang sudah Allah tutup, ia menjadi catatan kehidupan yang telah lalu.  segeralah beralih untuk kesibukan dalam kebaikan agar engkau berada ...

Nulis

NEGERI KARYAWAN Oleh Oyok Citra Kusuma, M.Pd. Sepeninggal  Ki Hadjar Dewantara  pendidikan terus berjalan dengan perubahan-perubahan menuju kearah perbaikan, Untuk menghormati jasa-jasanya terhadap dunia pendidikan Indonesia, pemerintah Indonesia menetapkan tanggal kelahirannya sebagai Hari Pendidikan Nasional. Namun melihat potret perkembangan dunia pendidikan saat ini mungkin kalau kita melihat perkembangan system pendidikan di Indonesia, diambil dari data Depdikbud tahun 2010 bahwa 60% lulusan SLTA  mencari pekerjaan, dan 83 % lulusan Perguruan Tinggi mencari pekerjaan pula. Juga didapat data tahun 2010 dari populasi perguruan Tinggi di Indonesia prodi tergemuk adalah prodi karyawan dan prodi PNS. Maka pantas kita menjadi penonton di tanah dan di rumah sendiri, dan yang lebih miris lagi kita menjadi pelayan orang asing di tanah dan rumah sendiri.   Allah SWT memberi tuntunan untuk ketika kita memutuskan memilih berniaga di dunia ini. “Hai orang-or...

Penting Nih

Jangan jadikan sahabat apalagi pemimpin. Orang yang berkhianat pada orang-orang terdekatnya. Orang terdekatnya saja dikhianati apalagi kamu. "Dan janganlah kamu berdebat (untuk membela) orang-orang yang mengkhianati dirinya. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang selalu khianat..." (QS.Anisa 107)