Langsung ke konten utama

Pamajikan Nusyuz

 Istri Durhaka (nusyuz)

____________________

Tiga langkah mengatasi istri yang melakukan nusyuz terhadap suami. 

Tiga langkah tersebut adalah:

Pertama: Menasihatinya (فَعِظُوْهُنَّ ).

Langkah pertama adalah menasihati istri dan mengingatkan kewajibannya untuk taat kepada suami dan menakut-nakutinya dengan siksa Allah bagi yang membangkang kepada suaminya.

Mengingatkannya juga terhadap hak-hak suami yang begitu besar terhadap istri. Di antaranya dengan menyebutkan hadits Abu Hurairah, bahwa Nabi pernah berlibur,

لو كنتُ أمِرًا أحدًا أن يسجدَ لأحدٍ , لأمرتُ المرأةَ أن تسجدَ لزوجِها

“Jika saya menyuruh seseorang untuk sujud kepada orang lain, saya akan memerintahkan wanita untuk sujud kepada suaminya.” (HR At-Tirmidzi)


Kedua: Pisah menambahkan 

(وَاهْجُرُوْهُنَّ فِى الْمَضَاجِعِ).


Jika langkah pertama dengan menasihati istri, belum berhasil menyadarkannya. 

Maka langkah selanjutnya adalah menyelesaikan kerugian darinya, yaitu tidak tidur diam, diamkannya, serta tidak mengajaknya berbicara.

Para ulama membatasi pisah bank ini maksimal satu bulan lamanya. 

Hal ini berdasarkan apa yang dilakukan Rasulullah terhadap Aisyah dan Hafshah yang membuat susah Rasulullah sebagaimana disebut di dalam surah At-Tahrim.

Ketiga: Memukulnya (وَاضْرِبُوْهُنَّ ).

Jika langkah kedua, yaitu pisah terluka juga belum mampu menyadarkan istri dari kesalahannya, maka langkah ketiga yang harus diambil oleh suaminya adalah memukulnya. Maksud memukul di sini adalah memukul pada bagian yang tidak membahayakan dengan alat yang tidak keras. Seperti memukul tangan dengan siwak, atau dengan bantal guling atau dengan kain. 

Pukulannya harus ringan dan tidak menyakitkan serta tidak meninggalkan bekas.

Tujuannya adalah mengingatkan istri agar kembali ke jalan yang benar. Bukan bertujuan menyakitinya apalagi melukainya.

Oleh karena itu suami dilarang memukul dengan tongkat, atau cambuk atau benda-benda keras lainnya. 

Dan tidak boleh memukul di tempat-tempat yang membahayakan dari bagian tubuh istri, seperti, wajah dan dada. Meskipun dibolehkan memukul, para ulama menyarankan untuk tidak menggunakan cara ini.

Syekh Muhammad Ali As-Shabuni dalam Tafsir Ayat Ahkam mengatakan, “Jika jalan ketiga di atas sudah tidak berguna maka dicari jalan dengan bertahkim, 

yakni 'mengutus seorang hakam dari keluarga suami dan seorang hakam lagi dari keluarga istri.”

#ockusumabelajar

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menuju Taubat

 *Nikmat Dzahir nikmat batin* Imam Ad-Dhahak berkata  "Allah menurunkan dua nikmat yang bersifat dzahir dan batinm nikmat dzahir yaitu Islam dan Alquran.  Sedangkan nikmat yang tersembunyi adalah aib yang tertutup". Bukanlah kita yang baik namun Allahlah yang menutupi kekurangan menutupi aib kita. Jangan berlagak sombong merasa diri paling suci paling baik khawatir terjerumus pada penyakit ujub. Tak ada nikmat yang besar selain ditutupinya aib kita, betapa manusia banyak kekurangan banyak berbuat kesalahan, yang menghantarkan dirinya merasa minder namun Allah tutup agar dirimu bertasbih dan bersyukur kepada Dzat penutup aib dan memiliki semangat dari sisa kebaikan yang ada bukan untuk dibanggakan.  Lisan terlalu ringan menguliti orang namun kelu perihal membenahi diri dari kekurangan.  Jangan bongkar lagi keburukan kita yang sudah Allah tutup, ia menjadi catatan kehidupan yang telah lalu.  segeralah beralih untuk kesibukan dalam kebaikan agar engkau berada ...

Nulis

NEGERI KARYAWAN Oleh Oyok Citra Kusuma, M.Pd. Sepeninggal  Ki Hadjar Dewantara  pendidikan terus berjalan dengan perubahan-perubahan menuju kearah perbaikan, Untuk menghormati jasa-jasanya terhadap dunia pendidikan Indonesia, pemerintah Indonesia menetapkan tanggal kelahirannya sebagai Hari Pendidikan Nasional. Namun melihat potret perkembangan dunia pendidikan saat ini mungkin kalau kita melihat perkembangan system pendidikan di Indonesia, diambil dari data Depdikbud tahun 2010 bahwa 60% lulusan SLTA  mencari pekerjaan, dan 83 % lulusan Perguruan Tinggi mencari pekerjaan pula. Juga didapat data tahun 2010 dari populasi perguruan Tinggi di Indonesia prodi tergemuk adalah prodi karyawan dan prodi PNS. Maka pantas kita menjadi penonton di tanah dan di rumah sendiri, dan yang lebih miris lagi kita menjadi pelayan orang asing di tanah dan rumah sendiri.   Allah SWT memberi tuntunan untuk ketika kita memutuskan memilih berniaga di dunia ini. “Hai orang-or...

Penting Nih

Jangan jadikan sahabat apalagi pemimpin. Orang yang berkhianat pada orang-orang terdekatnya. Orang terdekatnya saja dikhianati apalagi kamu. "Dan janganlah kamu berdebat (untuk membela) orang-orang yang mengkhianati dirinya. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang selalu khianat..." (QS.Anisa 107)