Langsung ke konten utama

Stempel Hidup

 STEMPEL HIDUP


Belajar dari husnul khotimahnya Mang Oded. Wafat akhir hayat itu seperti stempel kehidupan. Cukuplah Mang Oded diwafatkan di Masjid, di hari jumat, di aktivitas amal sholihnya menjadi khatib, satu dunia sepakat bahwa beliau husnul khotimah, orang baik.


Mati gak bisa di setel, di desain kapan dan dimananya, ia sangat misteri, maka ujung kematian adalah tanda stempel dari Allah azza wa jalla, seperti apakah Hamba yang dipanggil pulang.


Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :


يُبْعَثُ كُلُّ عَبْدٍ عَلَى مَا مَاتَ عَلَيْهِ


“Setiap hamba akan dibangkitkan berdasarkan kondisi meninggalnya” (HR Muslim no 2878)


Berkata Al-Munaawi,


أَيْ يَمُوْتُ عَلَى مَا عَاشَ عَلَيْهِ وَيُبْعَثُ عَلَى ذَلِكَ 


“Yaitu ia meninggal di atas kehidupan yang biasa ia jalani dan ia dibangkitkan di atas hal itu” (At-Taisiir bi Syarh Al-Jaami’ As-Shogiir 2/859)


Begitulah kematian, ia adalah refleksi dari obsesi kehidupan. Seseorang akan dimatikan diatas kebiasaannya, diatas obsesinya, diatas hasrat hidup terbesarnya.


Mang Oded adalah sosok Da'i, Murobbiy, Qudwah, yang membuktikan kesetiaan dirinya pada dakwah. Kami para murid menjadi saksi atas kebaikan beliau, mengisi berbagai forum dakwah, menuntun anak muda meniti jalan indahnya dakwah.


Wafat di hari jumat.

Wafat dalam kerangka shalat.

Wafat jelang Khutbah.

Wafat pada peran sebagai khadimul ummah.

Wafat di masjid Mujahidin, semangat mujahadah.


Stempel kebaikan dari Allah azza wa jalla, berlapis-lapis pada Mang Oded.


Semoga yang hari ini senang memakmurkan masjid, diwafatkan di Masjid.


Semoga sesiapa yang semangat membanyakkan shalat berjamaah, mati dalam shalat berjamaah.


Semoga sesiapa yang gemar bersedekah, wafat diatas jalan sedekahnya.


Semoga sesiapa yang gemar memberi makan, wafat dalam keadaan memberi makan dhuafa, wafat dalam kebaikan.


Semoga sesiapa yang gemar beribadah, mati di atas aktivitas ibadahnya.


Mari kita desain stempel kematian kita. Mari kita biasakan beramal shalih, berbuat baik, mati baik-baik, terbebas dari mati dalam beban, mati dalam kebaikan.


URS - Mutarabbiy

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menuju Taubat

 *Nikmat Dzahir nikmat batin* Imam Ad-Dhahak berkata  "Allah menurunkan dua nikmat yang bersifat dzahir dan batinm nikmat dzahir yaitu Islam dan Alquran.  Sedangkan nikmat yang tersembunyi adalah aib yang tertutup". Bukanlah kita yang baik namun Allahlah yang menutupi kekurangan menutupi aib kita. Jangan berlagak sombong merasa diri paling suci paling baik khawatir terjerumus pada penyakit ujub. Tak ada nikmat yang besar selain ditutupinya aib kita, betapa manusia banyak kekurangan banyak berbuat kesalahan, yang menghantarkan dirinya merasa minder namun Allah tutup agar dirimu bertasbih dan bersyukur kepada Dzat penutup aib dan memiliki semangat dari sisa kebaikan yang ada bukan untuk dibanggakan.  Lisan terlalu ringan menguliti orang namun kelu perihal membenahi diri dari kekurangan.  Jangan bongkar lagi keburukan kita yang sudah Allah tutup, ia menjadi catatan kehidupan yang telah lalu.  segeralah beralih untuk kesibukan dalam kebaikan agar engkau berada ...

Nulis

NEGERI KARYAWAN Oleh Oyok Citra Kusuma, M.Pd. Sepeninggal  Ki Hadjar Dewantara  pendidikan terus berjalan dengan perubahan-perubahan menuju kearah perbaikan, Untuk menghormati jasa-jasanya terhadap dunia pendidikan Indonesia, pemerintah Indonesia menetapkan tanggal kelahirannya sebagai Hari Pendidikan Nasional. Namun melihat potret perkembangan dunia pendidikan saat ini mungkin kalau kita melihat perkembangan system pendidikan di Indonesia, diambil dari data Depdikbud tahun 2010 bahwa 60% lulusan SLTA  mencari pekerjaan, dan 83 % lulusan Perguruan Tinggi mencari pekerjaan pula. Juga didapat data tahun 2010 dari populasi perguruan Tinggi di Indonesia prodi tergemuk adalah prodi karyawan dan prodi PNS. Maka pantas kita menjadi penonton di tanah dan di rumah sendiri, dan yang lebih miris lagi kita menjadi pelayan orang asing di tanah dan rumah sendiri.   Allah SWT memberi tuntunan untuk ketika kita memutuskan memilih berniaga di dunia ini. “Hai orang-or...

Penting Nih

Jangan jadikan sahabat apalagi pemimpin. Orang yang berkhianat pada orang-orang terdekatnya. Orang terdekatnya saja dikhianati apalagi kamu. "Dan janganlah kamu berdebat (untuk membela) orang-orang yang mengkhianati dirinya. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang selalu khianat..." (QS.Anisa 107)