Langsung ke konten utama

Percaya Diri (PD)

 KONSEP PERCAYA DIRI 


_Adakah Konsep Percaya Diri di dalam Islam?_


PD atau "Percaya Diri" dalam bahasa Inggris adalah "Confidence" atau "Self-Assured", kalau dalam bahasa Arab disebut :

 وَاثِق مِنْ نَفْسِهِ


Dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) kata "Percaya Diri" dimaknai dalam dua kata, yaitu kata "Percaya" dan kata "Diri, yang kalau digabungkan memiliki makna "Yakin terhadap kemampuan yang ada di dalam diri".


Sebenarnya konsep PD ini sangat baik manakala dimaknai dengan tepat. Namun belakangan saya amati, gegara PD ini justru menjadi sumber banyak masalah kehidupan.


Hakikatnya PD adalah kemampuan memahami dan menghargai diri sendiri, sehingga dapat memutuskan dan bertindak dengan lapang hati.


PD jangan dipahami sebagai "saya mau, saya mampu, saya hebat, saya unggul" sehingga banyak orang termasuk kaum remaja berbondong-bondong untuk tampil tercitra hebat di hadapan publik, baik di dunia nyata, apalagi di dunia Maya.


Orang yang tidak PD akhirnya dimotivasi oleh motivator dan orang-orang di sekitarnya dengan kalimat "kamu itu hebat, kamu harus bisa, kamu pasti bisa, bisa tidak bisa, kamu harus bisa". Padahal kurangnya PD bukanlah terjadi karena kurangnya kemauan dan kemampuan belaka, tapi dikarenakan kurangnya kesadaran diri, yakni kurangnya pemahaman dan penghargaan terhadap diri sendiri secara tepat.


Nah, ketika PD sudah bergeser maknanya menjadi sekedar "keberanian unjuk gigi dan keyakinan diri hebat" maka justru PD yang seperti inilah yang akan merusak karakter dan kepribadian. Konsep PD yang seperti inilah yang akan mengantarkan kepada kesombongan dan kesyirikan. Dan akhirnya banyak orang melakukan sesuatu hanya dengan alasan "biar tambah PD".


Olahraga biar tambah PD...

Punya rumah keren biar tambah PD...

Beli mobil bagus biar tambah PD...

Dan seterusnya..


Itu sebabnya, kalau kita cek di Al-Quran tidak ada perintah atau anjuran untuk menjadi PD, tapi kita justru disuruh merendah di hadapan  Allah dan meyakini hadirnya pertolongan Allah. 


Dan di hadits pun saya sendiri belum mendengar bahwa Rosulullah _shollallaahu 'alaihi wa sallam_ pernah bersabda kepada sahabatnya yang sedang ragu atau khawatir dengan kalimat "Janganlah kalian ragu dengan diri kalian, tapi percaya dirilah kalian menghadapi musuh, sesungguhnya kalian adalah orang-orang yang hebat dan pasti menang".


Ketika ada panggilan azan "Hayya 'alal Falaah" yang artinya "Mari menggapai Kemenangan", maka jawaban yang dianjurkan bukanlah jawaban yang berkesan PD seperti "Pasti Menang, bisa tidak bisa, pasti Bisa" tapi justru dengan kalimat merendah alias PA (Percaya Allah) yaitu "Tiada daya upaya dan kekuatan kecuali milik Allah semata".


_In syaa Allah_ di part kedua akan dibahas Pertarungan Fira'un yang PD (Percaya Diri) melawan Nabi Musa yang PA (Percaya Allah).


_Wallahu a'lam_

Fastabiqul Khoirot

#ock.belajar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Adaptasi Makhluk Hidup dan ciri khususnya

blow off steam

﷽ رَبِّ أَنِّى مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِيْنَ “Tuhanku, sungguh kesengsaraan telah menimpaku saat ini. Sementara Engkau Maha Pengasih dari segala yang mengasihi.” "Pengkhianatan adalah Kehancuran" Mungkin Allah sudah memilih aku untuk menghadapi itu semua, Dan aku sadar bahwa Allah sedang mengajariku  Hakikat Cinta yang sebenarnya yakni  " Cinta Kita Pada Manusia Jangan Sampai Melebihi Cinta Kita pada Allah " Dan akupun sadar . . . . .  Allah tidak mengambil dan mencabut Cinta itu,  Tapi Allah menyimpan Cinta itu. Kita semua tahu, kehidupan kekal adalah akhirat. Wallahu'alam Bishowab,  "Kebenaran datangnya dari Allah, Kesalahan datangnya dari diri saya " أَسْتَغْفِرُ الله وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

Gaul

 E tika bergaul dalam Islam: 1. Setiap muslim harus menjaga pandangan pandangan berlebihan terhadap lawan jenis. Hal ini terdapat dalam firman Allah surat An Nuur ayat 24, “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman:“ Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan naik kemaluannya, yang demikian itu adalah yang lebih suci dari mereka, sesunggunya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat ". 2. Hendaknya setiap muslim muslimah menjaga auratnya masing masing. Khususnya untuk muslimah dengan cara berbusana secara islami supaya terhindar dari fitnah. Di dalam Alquran secara khusus Allah Ta’ala berfirman untuk kaum hawa (perempuan), salah satunya yang terdapat pada surat An Nuur ayat 31. 3. Seorang muslimah sebaiknya berpakaian tidak tipis, tidak menampakkan warna kulit, tidak ketat sehingga tidak menampakkan bentuk tubuh, memakai kerudung supaya dijulurkan kebawah sampai menutup dada. Sebagaimana dalam firman Allah Ta’ala surat Al Ahzab ayat 59, “Hai Nabi katakan kepada istri ...