Langsung ke konten utama

Pembelajaran Dalam Cerita

Ashil Si Daun Teh

Namaku Aim. Aku lahir dan besar di sebuah desa yang indah dan asri, di sebuah pegunungan. Tanah di desa kami sangat subur dengan udara yang begitu sejuk dan bersih. Hamparan kebun teh menambah indah pemandangannya. Walaupun tak ada satupun dari kebun-kebun itu yang merupakan milikku, tapi aku cukup berbangga karena ibuku merupakan salah satu pekerja di kebun tersebut. Kata ibu, teh yang dihasilkan dari kebun-kebun yang ada di desaku bukan hanya dijual di dalam negeri tapi juga sudah diekspor ke luar negeri. Teh olahan ibu dan para pekerja yang lainnya merupakan teh dengan cita rasa yang sangat tinggi. Rasanya sangat nikmat sekali dengan aroma yang sangat menggoda siapa saja yang menciumnya.  Teh ini dihasilkan dari pucuk teh pilihan dari pohon teh super yang mungkin hanya ada ditempatku. Kami sering menyebutnya dengan si Ashil, daun teh yang selalu berhasil membuat lidah kami ketagihan untuk menikamatinya lagi dan lagi.
Saat aku menikamti secangkir teh buatan ibu, yang terbayang di kepalaku adalah saat-saat ibu sedang bekerja di kebun teh. Setiap pagi ibu pergi kekebun teh untuk memetik pucuk-pucuk teh sebagai bahan dasar dari teh yang kuminum ini.  Setelah mendapatkan cukup banyak lalu pucuk-pucuk itu dibawa ke pengumpul untuk ditimbang. Satu kilo pucuk teh yang berhasil ibu petik akan mendapat upah Rp.3000,00. Setelah itu barulah pucuk teh itu diolah di pabrik teh tak jauh dari desa kami. Tahukah kalian bagaimana cara pengolahan teh dari bentuk awal yang masih berupa pucuk yang diambil dari pohon teh hingga tersaji di dalam sebuah gelas atau cangkir?
Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
1)      Ambil pucuk daun teh yang paling muda
2)      Proses Pelayuan, yaitu menggunakan kotak untuk melayukan daun (Whithering trought), merupakan kotak yang diberikan kipas untuk menghembuskan angin ke dalam kotak. Proses ini mengurangi kadar air dalam daun teh sampai 70%. Pembalikan pucuk 2 - 3 kali untuk meratakan proses pelayuan.
3)      Proses Penggilingan, yaitu bertujuan untuk memecah sel-sel daun, agar proses fermentasi dapat berlangsung secara merata.

4)      Proses Oksidasi. Setelah proses penggilingan selesai daun teh di tempatkan di meja dan enzim didalam daun teh akan memuali oksidasi karena bersentuhan dengan udara luar. Ini akan menciptakan rasa dan warna teh. Proses ini berlangsung sekitar 0,5 sampai 2 jam.


5)      Proses Pengeringan, yaitu menggunakan ECP drier (Endless Chain Pressure drier) & Fluid bed drier. Kadar air produk yang dihasilkan 3-5 % . 
















Komentar

Postingan populer dari blog ini

Adaptasi Makhluk Hidup dan ciri khususnya

blow off steam

﷽ رَبِّ أَنِّى مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِيْنَ “Tuhanku, sungguh kesengsaraan telah menimpaku saat ini. Sementara Engkau Maha Pengasih dari segala yang mengasihi.” "Pengkhianatan adalah Kehancuran" Mungkin Allah sudah memilih aku untuk menghadapi itu semua, Dan aku sadar bahwa Allah sedang mengajariku  Hakikat Cinta yang sebenarnya yakni  " Cinta Kita Pada Manusia Jangan Sampai Melebihi Cinta Kita pada Allah " Dan akupun sadar . . . . .  Allah tidak mengambil dan mencabut Cinta itu,  Tapi Allah menyimpan Cinta itu. Kita semua tahu, kehidupan kekal adalah akhirat. Wallahu'alam Bishowab,  "Kebenaran datangnya dari Allah, Kesalahan datangnya dari diri saya " أَسْتَغْفِرُ الله وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

Gaul

 E tika bergaul dalam Islam: 1. Setiap muslim harus menjaga pandangan pandangan berlebihan terhadap lawan jenis. Hal ini terdapat dalam firman Allah surat An Nuur ayat 24, “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman:“ Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan naik kemaluannya, yang demikian itu adalah yang lebih suci dari mereka, sesunggunya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat ". 2. Hendaknya setiap muslim muslimah menjaga auratnya masing masing. Khususnya untuk muslimah dengan cara berbusana secara islami supaya terhindar dari fitnah. Di dalam Alquran secara khusus Allah Ta’ala berfirman untuk kaum hawa (perempuan), salah satunya yang terdapat pada surat An Nuur ayat 31. 3. Seorang muslimah sebaiknya berpakaian tidak tipis, tidak menampakkan warna kulit, tidak ketat sehingga tidak menampakkan bentuk tubuh, memakai kerudung supaya dijulurkan kebawah sampai menutup dada. Sebagaimana dalam firman Allah Ta’ala surat Al Ahzab ayat 59, “Hai Nabi katakan kepada istri ...